Kamis, 27 Agustus 2020

Asal Mula Nasi Tumpeng

 Asal Mula Nasi Tumpeng 

 

 

Tumpeng berasal dari sebuah singkatan ‘yen metu kudu mempeng’ yang memiliki arti tersendiri. Bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, ‘yen metu kudu mempeng’ berarti ‘ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat.’ Di Indonesia biasanya nasi tumpeng digunakan sebagai tradisi ,kebanyakan di lakukan oleh masyarajkat Jawa untuk merayakan sesuatu atau bahkan dijadikan bahan mata lomba seperti pada hari kemerdekaan. Di indonesia sendiri pun tradisi seperti itu masih sangat digemari, seperti pada acara ulang tahun membuat nasi tumpeng sebagai pengganti kue ulang tahun lalu sebagai simbol dari peresmian gedung dan biasanya yang dipotong duluan adalah bagian atasnya yaitu bagian kerucut yang paling kecil diatas. Nah ternyata Asal Mula Nasi Tumpeng dengan bentuknya yang sangat khas yaitu kerucut juga dengan dikelilingi lauk pauk dan sayur mayur yang banyak itu memliki makna tersendiri.

 

 

Bentuk Kerucut Pada Nasi Tumpeng 

 

Asal Mula Nasi Tumpeng


Pada mulanya, tumpeng digunakan oleh masyarakat Jawa dan sekitarnya (termasuk Madura dan Bali), untuk membuat persembahan kepada gunung-gunung sebagai bentuk tanda penghormatan bahwa ada leluhur yang mendiami gunung-gunung tersebut. Hal ini terjadi sejak lama, jauh sebelum agama masuk ke Nusantara. Kemudian, agama Hindu masuk ke Indonesia. Perayaan dan pembuatan tumpeng mengalami sedikit perubahan, yaitu dari bentuk nasinya. Nasi tumpeng baru mulai dibuat kerucut ketika era Hindu. Kerucut merupakan tiruan bentuk gunung Mahameru sebagai tempat bersemayamnya para dewa-dewi mereka. Setelah Islam masuk ke Nusantara, pembuatan tumpeng kembali disesuaikan dengan kaidah Islam, dan kemudian menjadi nasi tumpeng yang kita kenal hingga sekarang. Biasa digunakan untuk perayaan tertentu seperti syukuran, kenduri, dan sebagainya, teman-teman.

 

Sumber : https://bobo.grid.id/read/08675262/asal-usul-dan-makna-nasi-tumpeng

Lauk Pauk Dalam Nasi Tumpeng

Pada Asal Mula Nasi Tumpeng selain makna nasi yang berbentuk kerucut di sekeliling nasi tumpeng juga selalu ada lauk pauk pengiring, mulai dari protein sampai ke sayur-sayuran dengan berbagai macam jenis yang tidak disebutkan secara baku apa jenisnya dan cara memasaknya. Biasanya ada paling tidak ada 7 jenis lauk di nasi tumpeng. Mengapa 7? Sebab dalam bahasa Jawa angka 7 disebut pitu, yang juga bisa diartikan sebagai pitulungan atau pertolongan. Selain itu, jenis lauk yang dipilih juga ada maknanya. Misalnya telur yang menggambarkan kebersamaan.

 

Kita pasti juga sering menemukan berbagai jenis ikan dalam lauk nasi tumpeng? Nah, ikan ini menggambarkan sebuah keuletan, dan perjuangan hidup meski sedang berada di masa-masa yang sulit. Ada juga ayam jantan yang biasa dimasak dengan bumbu kuning. Ini melambangkan bahwa manusia sebaiknya menghindari sifat jelek yang ada pada ayam jago (jantan) misalnya sombong atau ingin menang sendiri. Sampai sayur mayur pengiring seperti urap juga memiliki makna tersendiri yang pada umumnya memiliki makna yang baik. Sayur yang terdiri atas kangkung, toge, dan kacang panjang ini memiliki makna melindungi dan pertimbangan yang baik dalam memilih segala sesuatu. Lalu ada juga makna telur yang disajikan dengan utuh dan tanpa dikupas melambangkan bahwa kehidupan harus direncanakan karena untuk makan telur kulitnya harus dikupas terlebih dahulu seperti lapisan telur mulai dari kulit hingga kuning telur. Selain itu masih ada banyak lagi arti dari jeni-jenis lauk pauk yang biasanya mengiringi nasi tumpeng, dari arti tersebut dapat melambangkan filosifi kehidupan yang dapat menginspirasi.

Asal Mula Nasi Tumpeng

  Asal Mula Nasi Tumpeng       Tumpeng berasal dari sebuah singkatan ‘yen metu kudu mempeng’ yang memiliki arti tersendiri. Bila diterjemahk...